Senin, 27 Mei 2013




Laporan adalah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau kelompok orang setelah menyelesaikan tugas yang diberikan. Laporan berfungsi sebagai: 1) alat pertanggungjawaban secara tertulis, 2) alat pendokumentasian data, 3) alat studi banding, 4) alat pengambilan keputusan, dan 5) melatih berpikir sistematis.



A. Laporan Formal
 Laporan formal terdiri dari:
 1. Bagian Pendahuluan
 Bagian pendahuluan terdiri dari:
 a. Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
 b. Halaman pengesahan (jika perlu)
 c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
 d. Halaman persembahan (jika perlu)
 e. Kata pengantar
 f. Daftar isi
 g. Daftar tabel (jika ada)
 h. Daftar gambar (jika ada)
 i. Daftar grafik (jika ada)
 j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

 2. Bagian Isi
 Uraian singkat tentang bagian ini:
 a. Bab I: Pendahuluan
 1) Latar belakang
 2) Identifikasi masalah
 3) Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
 4) Rumusan masalah
 5) Tujuan dan manfaat
 b. Bab II: Kajian pustaka
 c. Bab III: Metode penelitian
 d. Bab IV: Pembahasan
 e. Bab V: Penutup

 3. Bagian Penutup
 a. Daftar pustaka
 b. Daftar lampiran
 c. Indeks atau daftar istilah

B. Laporan Informal
 1. Laporan kunjungan, berisi:
 a. Judul laporan
 b. Tujuan
 c. Waktu pelaksanaan
 d. Hasil yang diperoleh

 2. Laporan percobaan, berisi:
 a. Judul percobaan
 b. Pelaksanaan (waktu dan tempat)
 c. Urusan kerja
 d. Data yang diperoleh
 e. Kesimpulan

 3. Laporan diskusi, berisi:
 a. Topik
 b. Moderator
 c. Penyaji
 d. Jumlah peserta
 e. Masalah yang dibicarakan
 f. Pemecahan masalah
 g. Kesimpulan


Jenis-jenis ilmiah


Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi  dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.

Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk  menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.

Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.


Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.

Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.  Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

Kertas Kerja
Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.

Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.

Makalah mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya dengan kenyataan lapangan. Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana.

Topik dalam penelitian yang saya lakukan dengan adanya “Penulisan Ilmiah” di semester 6 dan wajib untuk seluruh mahasiswa, yaitu “Pengaruh Penghargaan Terhadap Kepuasan Kerja” dengan jurusan manajemen, alasan saya memilih topik ini karena tertarik untuk meneliti karyawan yang ada di sebuah perusahaan tertentu dengan memperhatikan kepuasan kerja mereka sehingga mempengaruhi kinerja mereka di masa yang akan datang dan saya juga senang di belajar di bidang Sumber Daya Manusia, sehingga saya memilih topik yang saya ajukan untuk sidang nantinya

Sumber : 
Sumber Gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-I17d1GnKMVVkNi9bIJrI_3p4tmj9lrgs8oFCjGMBjVfZ-tGPY43PhWeVYzWmYKlpjyzDRu5H8avtulBUj_BDl3fBSt7VUuVcpPs8pzdwpiemQlX1tXnF8oD9cJh6Sg3hjYmRYofc5xc/s320/G3-1-723446.jpg
http://strategika.files.wordpress.com/2011/04/library_books.jpg?w=720

Sabtu, 20 April 2013


Karangan Ilmiah

Definisi

Karangan ilmiah adalah hasil dari suatu pemikiran seseorang yang bersifat akademis yang kemudian nanti akan dituangkan dalam wujud tulisan. Seperti misalkan penulisan tesis, makalah ataupun skripsi.

Sedangkan menurut beberapa pakar, karya ilmiah adalah :
Suatu tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuanya yang didasari oleh peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun dengan metode tertentu dengan sistematika penulisan dengan bahasa yang santun dan isinya dapat dipertanggung jawabkan keabsahanya (Eko Susilo, M.1995:11)
Karangan ilmiah populer  yang ditunjukan kepada masyarakat umum dan karya ilmiah tinggi yang ditunjukan kepada masyarakat professional (Jones 1960).

Ciri-ciri

Struktur Sajian (pendahuluan,  pokok bahasan, dan bagian penutup)
Pendahuluan merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin di sampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab, subtopik dan beberapa paragraph yang dimana bagian penutupnya adalah kesimpulan pokok bahasan serta rekomendasi penulis dengan tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen dan substansi
Komponen dan substansi karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung dari seluruh struktur sajian dan daftar pustaka.
Sikap Penulis
Sikap penulis yang objektif yang dimana disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal dengan banyak menggunakan betuk pasif dan tanpa menggunakan kata pengganti orang pertama dan kedua.
Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata dan kalimat-kalimat efektif yang tersetruktur dan baku.
Tahap-tahap Penulisan Karangan Ilmiah

Dalam penulisan karya ilmiah terdapat 3 tahap yaitu,

1. Persiapan,
2. Pengumpulan data,
3. Penyajian/pengetikan.

Penguraian Tahap-tahap tersebut :

1. Persiapan

Pemilihan Topik/Topik Permasalahan/masalah adalah topik pembicaraan. Topik yang melimpahkan di sekitar kita, seperi:

1) Pembuatan software di bidang Kemahasiswaan.

2) Pembuatan software di bidang Kesehatan.

3) Pembuatan software di bidang Pertanian.

4) Pembuatan software di bidang Parkiran

5) Pembuatan software di bidang Asuransi

6) Pembuatan software di bidang Perpustakaan.

7) Pembuatan software Kependudukan.

8) Pembuatan software di bidang Perekonomian.

9) Pembuatan software di bidang Penjualan.

10) Pembuatan software di bidang Pemerintahan.

2. Pengumpulan data

1) Topik yang dipilih harus berada di sekitar anda, baik di sekitar pangalaman anda,maupun di sekitar pengetahuan anda.

2) Topik yang dipilih harus topic yang paling menarik perhatian anda.

3) Topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas.

4) Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang objektif.

5) Topik yang dipilih harus anda ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya walaupun serba sedikit.

6) Topik yang diilih harus memiliki sumber acuan,memiliki bahan kepustakaanyang kan memberikan informasi tentang pokok masalah yang akan di tulis.
3. Penyajian/pengetikan.

Penulisan Karangan Ilmiah harus menentukan dahulu judul-judul bab dan judul anak bab sebelum menentukan rangka karangan. Judul bab dan judul anak bab itu merupakan pecahan masalah dari judul karya ilmiah yang ditentukan. Untuk menentukan judul bab dan anak bab, penyusun karya ilmiah harus bertanya kepada judul karya ilmiahnya. pertanyaan yang dapat di ajukan adalah “akan diapakan judulitu”, atau “masalah apa saja yang dapat di bicarakan di bawah judul tersebut”  .

Berikut adalah contoh karangkan Karangan Ilmiah:

Bagian Pembuka
Cover
Halaman judul.
Halaman pengesahan.
Abstraksi
Kata pengantar.
Daftar isi.
Ringkasan isi.

Bagian Isi

Pendahuluan
Latar belakang masalah.
Perumusan masalah.
Pembahasan/pembatasan masalah.
Tujuan penelitian.
Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
Pembahasan teori
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian
Waktu dan tempat penelitian.
Metode dan rancangan penelitian
Populasi dan sampel.
Instrumen penelitian.
Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian
Jabaran varibel penelitian.
Hasil penelitian.
Pengajuan hipotesis.
Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Bagian penunjang
Daftar pustaka.
Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
Daftar Tabel



Sumber:

Jumat, 15 Maret 2013


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indra (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.
  • Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus.
  • Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum

Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi), hal ini berdasarkan bahwa penalaraninduktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.
• Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
• Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.


Macam – macam generalisasi :
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

Pengertian Penalaran Deduktif:.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a.      Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

b.      Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Sumber :

Rabu, 28 November 2012

Factor-faktor demografi : • Jenis kelamin • Umur • Hobby • Penghasilan • Pendidikan • Domisili • Wilayah • Agama Seberapa jauh pengaruh factor” tersebut yang melekat pada diri seseorang, kita melihat dari factor demografi yang pertama
Jenis kelamin : ada laki-laki dan perempuan itu jenis kelamin yang mungkin berbeda cara pembelian mereka masing-masing, seperti halnya perempuan yang suka berkemas diri atau setiap waktu untuk berkaca, mungkin pembelian mereka lebih ke bahan kosmetik, berbeda dengan laki-laki, laki-laki cenderung tidak memperhatikan gaya mereka yang cukup over atau berlebihan yang penting berpakaian rapih saja, pria hanya membutuhkan gel pengering rambut, parfum dan sisir.
Pengeluaran yang dikelurkan sehari-hari tidak cukup banyak dari apa yang dikeluarkan perempuan yang suka mempercantik diri, berkemas-kemas dan berdandan. Perempuan akan mengeluarkan uang untuk membeli bahan kosmetik. Adapula contoh dari pembelian HP/gadget yang sedang berkembang di masyarakat luas yang canggih dan lebih inovatif, ada yang memiliki unsur dominan dalam pada HP yang menjadi fungsi utama HP tersebut. Ada pula semua fungsi yang dike
luarkan di HP lengkap, misalnya yang lebih dominan HP memiliki kamera dengan ukuran mega pixels yang lebih besar dan kualitas gambarnya yang tajam dan cocok untuk berfoto-foto bagi wanita yang suka berfoto-foto, tetapi unsure-unsur yang lain seperti MP3, dan aplikasi-aplikasinya dibuat sesederahana mungkin, tapi HP itu memiliki keunggulan yaitu dengan unsur fotonya lebih menarik. Ada pula internet yang cepat dan koneksinya tidak lelet untuk mereka bersosialisai di berbagai media social, sedangkan yang lain dibuat sederhana. Pria misalnya, ingin membeli semua aplikasi dan fiturnya lengkap dan yang cukup menarik. Seperti aplikasi, gambar-gambar yang dibuat sendiri menjadi wallpaper di HP, yang benar-benar hidup, bagi pria yang suka berkreasi seni nya yang tinggi, kamera untuk fungsi gambarny lebih tajam, MP3 yang mempunyai suara bagus, jernih dan keras tapi terlihat kualitas suara nya yang bagus dan internet yang lebih cepat, browsing, dan lain sebagainya yang menjadi pertimbangan pemeblian dari masing-masing orang, baik laki-laki maupun perempuan, sesuai kebutuhan mereka masing-masing.
Umur : umur merupakan suatu pertumbuhan atau perkembangan manusia yang bertambah usia dari mereka lahir hingga tua. Kebutuhan seorang anak misalnya waktu SD, berbeda dengan tingkatan SMP, SMA, dan kuliah atau bekerja. Di zaman sekarang, contohnya saja HP,
mungkin kalau ditanya dan disurvei anak SD sudah memegang HP yang cukup canggih dibandingkan kebanyakan orang yang memegang HP sesederhana mungkin. Dahulu , jarang yang memegang HP, bahkan tidak semua anak SD punya HP, dari SMP ke SMA, misalnya mempunyai HP yang memiliki fitur dan aplikasi-aplikasi yang menunjang serta social media untuk bersosialisasi di dunia maya, spesifikasinya mereka tahu, bahkan harganya pun mereka mengetahui mana yang cocok untuk kalangan anak SMA, selain itu untuk komunikasi, juga bisa aplikasi-aplikasi yang lainnya. Kalangan kuliah dan pekerja punya pandangan berbeda mengenai HP, selain untuk komunikasi mereka yang semakin meluasnya dengan teman maupun rekan sekerja dan sekoleganya mereka. Yang bekerja mempunyai HP cukup canggih di dalam penggunannya, komunikasi dan informasi yang up to date yang bisa mereka jelajahi dalam HP yang canggih. Misalnya saja indeks harga saham, pemasaran produk, model pemasaran, dan jual beli barang, mereka bisa mengetahui semuanya lewat jaringan dan koneksi yang baik serta alat penunjang lainnya.
Hobby : setiap orang mempunyai hobby berbeda-beda, misalkan saja ada orang yang hobby olahraga, menggambar, menulis dan sebagainya. Seperti menggambar
dan mengedit-edit foto, mengutak-utik aplikasi dan warna-warna yang ada di dalam HP atau game yang ada di HP, tergantung hobby mereka masing-masing, sekarang ada HP yang memilki kualitas dan fitur-fitur yang lengkap yang menjadikan atau membuat seseorang menuangkan hobbynya di dalam HP
yang memilki fungsi tersebut. Ada yang sering hobby berbelanja , yaitu dengan kita mengaksesnya melalui internet, tinggal cari saja alamat email untuk jual beli barang, dengan berhubungan melalui dunia maya dengan penjual, tetapi kelemahannya yaitu, terjadi penipuan, bahkan barang yang dibelinya kurang memuaskan. Maka dari itu, hobby setiap orang berbeda dengan lainnya. Produsen sudah mengerti apa yang menjadi kebutuhan konsumbe dengan melihat hobby mereka.
Penghasilan : penghasilan merupakan pendapatan dari apa yang mereka dapatkan melalui hasil kerja mereka maupun penggajian mereka terhadap hasil kerja mereka>
Penghasilan orang berbeda dengan yang lainnya ada yang merasa cukup dengan penghasilan mereka, ada yang kurang, dan ada yang lebih besar. Oleh karena itu, penghasilan mempengaruhi pembeli untuk memilih barang yang ada. Kita mengukur dengan tingkat penghasilan bukan berdasarkan kebutuhan untuk membeli suatu barang. Kalau kita memilih kebutuhan mungkin banyak yang kita butuhkan dalaam membeli barang ini itu dan sebagainya, tetapi kalau di ukur dengan penghasilan, kita bisa membeli barang
yang menurut kita pas dengan penghasilan. Misalkan saja, kita ingin membeli HP, kita menginginkan fitur-fitur yang lengkap, aplikasi yang lengkap dan jaringan internet yang mendukung dan sebagainya, sebagaimana yang menurut kita fasilitas yang ada sudah menunjang semuanya, tapi apakah cocok dengan penghasilan kita sehari-hari. Kita akan berpikir dua kali untuk membeli HP itu bahkan rela mengorbankan apapun untuk membeli HP yang kita inginkan. Produsen bisa menjawab itu semua, karena sekarang banyak HP yang berkualitas dan cocok dengan penghasilan. Karena bagaimanapun juga kebutuhan yang klita butuhkan banyak. Tapi kita harus melihat dari sisi penghasilan yang di miliki.
Pendidikan : pendidikan adalah tingkat di mana memperoleh pengetahuan melalui lembaga maupun sekolah-sekolah. Pendidikan ini merupakan suatu proses pembelajaran seseorang dari tingkat SD, SMP, SMA dan Sarjana. Semakin tingkat pendidikan kita tinggi semakin bijak dan pintar dalam mengambil suatu keputusan apa
yang dan berfikir secara rasional. Dalam pembelian produk HP misalkan, kalau orang orang yang memiliki pendidikan yang tinggi mereka mencari tahu terlebih dahulu Hp apa yang cocok untuk dirinya dengan spesifikasi dan fiturnya, harga juga menjadi prioritas dalam pembelian, karena banyak HP yang mahal tapi kualitasnya belum tentu cukup dan sebaliknya banyak HP yang murah belum tentu kualitas HP itu sendiri bagaimana. Kalau dari yang tidak tahu tentang HP misalkan saja, misalkan saja seseorang
ingin membeli HP, tapi mereka tidak tahu apa kegunaanya dan apa yang dibutuhkan dari pembeli, sehingga menimbulkan kesan, mereka meresa ditipu atau salah paham tentang produk yang diberikan informasi kepada penjual. Maka setiap orang harus bijak dalam membeli barang baik yang dari golongan bawah hingga golongan atas.
Domisili : tempat tinggal mempengaruhi gaya kehidupan kita dalam berprilaku di luar, entah tempat tinggal kita baik atau buruk sekalipun. Ada yang terpengaruh terhadap lingkungan tempat tinggal, ada yang tidak terpengaruh. Dalam pembelian produk,
contohnya HP. Dalam tempat tinggal/lingkungan kita, sering orang memamerkan gaya hidupnya dengan HP, maka kita pun akan tergiur dan terpengaruh terhadap apa yang mereka tunjukan kepada kita,baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sehingga kita menginginkan untuk membeli barang tersebut, dengan mencari tahu HP yang sedang trend di tempat tinggal kita. Itulah yang disebut trend masyarakat yang
ada di tempat tinggal kita. Setiap orang mampu mempengaruhi lingkungan sekitar maupun orang lain untuk membeli barang dan kita pun ikut untuk membeli barang tersebut, karena sedang trend atau model yang sekarang booming. Oleh karena itu, tempat tinggal merupakan suatu factor demogafi yang dikaitkan dengan pembelian, tapi dalam konteks kecil, karena kita hanya melihat dari kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.
Wilayah : wilayah adalah cakupan yang luas dari tempat tinggal kita atau lingkungan kita sehari-hari yang sudah dibicarakan sebelumnya, kita sekarang melihat dari wilayah yang
cakupannya luas. Dalam wilayah seseorang mampu mempengaruhi kita dalam membeli, contohnya saja, wilayah benua eropa sedang trend apa dan sedang booming apa. Kalau dilihat dari benua, misalkan saja HP. HP yang sedang trend dibeberapa wilayah masing-masing, seandainya wilayah Indonesia dengan wilayah jepang. Jepang memproduksi barang HP yang berkualitas tinggi dan lagi
trend di masyarakat luas, sehingga masyarakat Indonesia secara tidak langsung ikut terpengaruh dengan banyaknya informasi dan pencari kebutuhan apa saja yang sedang trend seperti, mobil, motor dan lainnya, meskipun setiap wilayah memiliki barang yang di konsumsinya, tapi secara tidak langsung mempengaruhi setiap wilayah lainnya.
Agama : agama juga bisa menjadi pendukung dalam pembelian setiap masyarakat. Contohnya saja,
sekarang banyak pasar yang mendirikan bangunan atau membuat pasar berala muslim dengan gaya tempatnya yang menjual berbagai macam barang. Negara Indonesia adalah penduduk yang kebanyakan penganutnya agama islam, sehingga mereka mengambil kesempatan untuk membuat pasar ala muslim. Dilihat dari HP mislakan, ada HP yang memiliki fitur seperti itu, dan didalmnya berisi informasi tentang jadwal-jadwal
shalat, tulisan arab, dan ayat-ayatnya. Bila puasa tiba, kita bisa melihat jadwal sahur dan waktu berbuka yang sudah diset di dalam HP tersebut. Ini merupakan kesempatan produsen dalam memproduksi sebuah barang.
>KESIMPULAN : dari semua factor demografi yang sudah dijelaskan, yang paling mendukung adalah, jenis kelamin, umur, hobby, dan penghasilan seseorang. Dilihat dari keseharian kita/lingkungan sekitar, karena bagaimanapun juga kita memiliki suatu barang yang menurut kita berguna, bermanfaat, atau hanya sekedar mengkoleksi saja. Produsen bisa melihat dan meneliti keseharian masyarakat untuk mendapatkan peluang dalam memasarkan barangnya dan sebagai masyarakat kita harus bijak untuk membeli barang dengan memperhatikan segala resiko, meskipun banyak pengaruh dari luar yang memungkinkan kita untuk membeli barang tersebut.
Pendapat saya tentang mengapa saya memilih HP yang saya beli, karna saya berpendapat dari kualitas HP yang saya punyai memiliki fitur yang bagus, untuk mengedit gambar, mengedit foto dan mengekspresikan semuanya di HP, sehingga tampilan di HP menjadi menarik dan koneksi yang bagus bisa diakses dimanapun dan memiliki WI-FI, kalau tidak ada internet kita bisa mengakses dan mencari jaringan yang tersedia untuk bisa mengakses ke internet. Ini merupakan nilai positif dari apa yang saya dapatkan dari HP saya dan harganya cukup terjangkau
sumber gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwYI4NXR0xLTXu_K3bvKwPlp_o0LGKcP2A1h1yi3VzcAZHzSYK_A4y0eY3zajWS8-JBtfPQSpPXWpAa6tiFkv0nN1rVYTZPUHUSQ9Q45k2yMg0HdLq4EI-cyhzG99MSDcCZZTdF4pJlK0/s1600/ObietgiemaenHP.jpg
http://ffindo.files.wordpress.com/2010/04/taee.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuadqiafLLfuRAsIYCJAHEjPAH_7_fgaLRW1WVknlmgGFhoPtCZ1WdhWtxE2ChbDL6PdKXbCpMCf7OUjXICrV9cB7TOi5hVfkgCjt0tHg3wN-cXaCdw8dDQemUxrNt_4xZ5wbLuyPRUuwn/s400/01samsungpixon12.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFZVmnvjE5ZpAq7-hgqK-StvrJjsGv-77ePDg_jValXmJUVsT0FZTdP8oBhd033DkKJdLBb89igx_sdvzo16jxi-CjmTq2Mb422SD0GWP962ZyGLtjqe077oc9oapoabwRw0CY0rAfjBo/s1600/doodle+2.jpg
http://magazine.godsdirectcontact.net/indonesian/186/images/fr26-4.jpg
http://sidomi.com/wp-content/uploads/2012/02/Orang-menggunakan-ponsel.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDISJrRNDYMzYEiPxZbnqLwKOowrK5DOkAskh8WuXnfIcwkC9HfCyED5OBi8ZXlzDigOgpSVu4-djWjObGY84ScBcw9xZIRzllT6LgdTri4rhyOV31TPFnYP5AyEcWg2h4ZHfCyAMgkHc/s1600/kasus.gif
http://jpmi.or.id/files/2011/10/penyelundupan-handphone.jpg
http://cdn.bisnisukm.com/2009/12/gambar-duit.jpg
http://blog.tempointeraktif.com/wp-content/uploads/2011/05/mempersiapkan-pendidikan-anak.jpg
http://www.bayumukti.com/wp-content/uploads/2012/07/jual-beli-hp-second-1024x768.jpg
http://khikomunitas.files.wordpress.com/2008/09/11_shop.jpg?w=320&h=240
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihJeH6TXaIBfD-iSg5uqtde4EJL0d62ijAEOavymtbvyEkEChbp4euaxcH0lbQSxpsWb5z1u-2j0B6ue8LNukIPTJeEam_JW9uXP5Qs3L0pdmGxJjZ9Z_lc8FB93dLcZB92jexM3eBeR4/s320/Tips+Memilih+dan+Membeli+Handphone+Baru.jpg
http://www.mmionline.net/artikel/artikel-handphone/uploads/toko%20handphone.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsoBz23X3SjFwqNl0vmXsPlMOD_3bGV26Z0u7_reF8jaAV45hf5mPyht5s71aHnxblsxSWUkA0FzWRQShBlwctIQ-IWV_DxxN3mrs4BJw9cHx36HrnEHV421IJIl3AxFurzqrSS0CHykc/s1600/razia1.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjALSolIGuMF0SF2Vnxs2An_KxNebnLrti8YfAdzyb49H-VT0O7ZTKz-XClTw525nobwyTD-jfHvOY5d5azX3SHhf9GP8gdixkJ1kIoz_6RhbDlkK5YKmk8B8EV_D4Jo3C6CGyF7SgXlWM/s1600/images.jpg
http://images04.olx.co.id/ui/11/83/66/1303277468_190607766_1-Rumah-strategis-cocok-buat-usaha-dan-tempat-tinggal-rumah.jpg
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b3/World-map-2004-cia-factbook-large-1.7m-whitespace-removed.jpg/350px-World-map-2004-cia-factbook-large-1.7m-whitespace-removed.jpg
http://www.nias-bangkit.com/wp-content/uploads/2012/04/New-Picture-7.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIrNtvC6HBXMqj3LCcZRnhqD5Wz1ZPbyS2Rgv0XfotNCm0b7bqQF78X2E6WHBXSoGHqxX_cRDtlByJJfU48bG2cmxiuRdKaovQ5NX2aE_isslBJrbxI7ojsQwATOELEVPU_fPU59ZxkNfT/s1600/gambar+agama.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-ByfV2YhaZ4c/TweTmJ67i2I/AAAAAAAAAbo/JWl6QyolC4U/s640/ide+bisnis.jpg

Sabtu, 03 November 2012

Minggu, 28 Oktober 2012

Senin, 01 Oktober 2012

PRODUSEN MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR <
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya,sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini dengan judul “Tujuan Produsen Melakukan Segmentasi Pasar”. Terima Kasih kepada Bapak Mujiyana selaku dosen softskill yang telah mendukung kami dalam penulisan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini penulis sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari kesalahan baik dari segi tekhnik penulisan dan tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis sudah berusaha semaksimal mungkin meskipun tersusun sederhana. Demikian semoga penulisan makalah ini bermanfaat. Kami mengharapkan saran serta kritik yang membangun.
Jakarta,11-04-2012
Penulis
Aditya Christianto
LATAR BELAKANG
Produsen selalu memiliki cara untuk melakukan pemasaran, baik sebelum diluncurkannya produk mauoun sesudah diluncurkannya produk. Mereka memiliki ide dan selalu berinovasi supaya produk yang mereka jual terbeli. Oleh karena itu, produsen melakukan segmentasi pasar, produsen melakukan riset terhadap variable-variabel segmentasi yang ada supaya produk yang mereka produksi itu cocok dalam setiap pembagian segmentasi pasar. Biasanya, produsen melakukan hal ini untuk memberikan keunggulan tersendiri terhadap produk mereka, entah dari sisi umur, usia, tempat wilayah, produsen bisa mengetahui keinginan dan kebutuhan dari konsumen. Inilah cara produsen untuk mengetahui mana yang akan menjadi sasaran pasarnya.
PEMBAHASAN
Pengertian nya sendiri tentang segmentasi adalah Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Selain itu segmentasi memiliki tingkatan seperti
Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.
Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.
Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah ciri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.
Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.
- Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local --- kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.
- Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang ( market of one marketing ).
Setelah mengetahui tingkatan barulah produsen mensegmentasikan pasar konsumen diantara lainya adalah
- Segmentasi Geografis, membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda seperti negara, wilayah negara bagian, kabupaten, kota atau pemukiman.
- Segmentasi Demografis, Upaya membagi pasar menjadi sejumlah kelompok berdasarkan variable-variabel seperti usia, gender, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaann, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.
- Segmentasi Psikografis, Upaya membagi pembeli menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.
- Segmentasi Perilaku, Upaya membagi suatu pasar kesejumlah kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pengunaan atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk.
KESIMPULAN
Kenapa produsen melakukan segmentasi pasar, supaya mengetahui di mana nantinya barang yang mereka sudah produksi mampu diterima masyarakat banyak,dan mampu menembus pasar konsumen,sehingga pembagian segmen-segmen tersebut perlu supaya nantinya sebelum produk atau barang yang dihasilkan diluncurkan produsen sudah mengetahui produk nya akan melalui segmen-segmen mana yg sudah diatur pembagian serta tingkatan-tingkatan pemasaran yang akan dilakukan produsen dan juga mensegmentasikan pasar konsumen berdasarkan yang disebutkan diatas berdasarkan segi prilaku,demografis,geografi maupun psikografis, tidak mungkin nantinya kalau barang sudah dipasarkan produsen tidak mengetahui barang mereka nantinya akan dipasarkan kemana dan barang mereka tidak laku oleh karna tidak melakukan segmentasi pasar tanpa melalui prosedur dan segmentasi yang jelas dan terukur, maka dari itu segmentasi pasar berguna bagi produsen untuk membagi segmen-segmen tersebut .
Adapula segmentasi yang efektif yaitu - Terukur - Dapat dijangkau - Substansial - Dapat dibedakan - Dapat dilakukan tindakan tertentu.
Sumber : Philips Kotler, Dasar-dasar Pemasaran, Edisi Ke-9, JIlid 1. http://hutantropis.com/wp-content/uploads/2011/08/segmentasi-pasar1.gif http://kampus.marketing.co.id/wp-content/uploads/2011/07/picture_market_segmentation.jpg contoh gambar segmentasi pasar

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget

Pages

Total Tayangan Halaman

Gunadarma University

Gunadarma University
Home Site Gunadarma

Blogger news

Rraka-Melupakanmu

ADITYA CHRISTIANTO

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts