Minggu, 08 Januari 2012

Manajemen Koperasi di Koperasi Bahan Baku Roti
Dari perusahaan yang saya buat kemarin sudah ada beberapa penjelasan tentang lingkungan bisnis tentang persaingan, tempat penjualan yang strategis, dan cara pemasaran, sebagai makanan pengganti beras dan roti merupakan makanan praktis dan sederhana di jaman modern ini yang serba sibuk dan terkadang kurang waktu untuk sarapan.
Bahan baku seperti pembuat roti yaitu, tepung terigu, blueband, gula, pencipta rasa, bahan pengembang roti, telor dan lainnya, saya bisa dapatkan di sector koperasi bahan baku, dengan system ini barang yang ditawarkan bahan baku lebih murah dibandingkan di pasar, sesuai ketetapan harga pada koperasi tersebut, banyak koperasi berdiri dengan kepentingan lain dan juga badan usaha koperasi ini bergerak di dagang, di dalam koperasi ini saya mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi, saya melihat perkembangan pertama saya melihat dahulu apakah koperasi ini berjalan dengan efesien dan kompetitif dalam pemasaranya dan juga system manajemen yang dijalankan, setelah sesuai dengan standar saya mendaftarkan sebagai anggota koperasi bahan baku roti itu, karena berhubung perusahaan roti ini masih terlalu kecil bahkan masih kira-kira ada lima karyawan yang membantu saya menjalankan pabrik roti ini, sehingga proses nya pun cukup sulit dan tidak mungkin mendirikan koperasi, ada ketentuan dan hukum yang berlaku di undang-undang yaitu lembaga yang berdasarkaan hukum tersebut, yaitu koperasi.
Dari anggota koperasi sendiri, dana yang dikumpulkan harus cukup memenuhi standard an kapasitas yang sesuai, sehingga saya mendaftarkan saja ke koperasi bahan baku roti ini, dengan berbagai layanan yaituu saya sebagai anggota koperasi dikenakan biaya pengeluaran, salah satuny ialah, iuran sukarela, iuran setiap bulan nya saya harus setor ke koperasi supaya koperasi ini berjalan dengan lancer, dalam koperasi disediakan juga layanan simpan pinjam untuk keperluan usaha saya kalau membutuhkan dana yang diperlukan atau mau menambah dalam kuantitas produksi dan bahan baku dan sudah ditetapkan koperasi, sehingga pabrik roti yang saya buat berjalan dengan lancar, dan dalam pemasaran nya pun saya mencoba menjual atau memasarkan sebagian produksi jadi saya untuk dipasarkan di koperasi, selain menjual untuk kebutuhan bahan baku, melalui sector dua ini mungkin dapat meningkatkan penjualan dan juga bisa ada tambahan dana dari produksi saya untuk koperasi ini, dalam koperasi usaha yang dijalankan tidak tergantug dari koperasi, tetapi tujuan koperasi sendiri itu untuk bersama-sama membangun badan usaha yang menyejahterakan anggota-anggota nya dengan adanya koperasi ini mampu meningkatkan rasa kerjasama untuk saling memajukan usaha koperasi ini dengan berbagai layanan yang ada di koperasi dan tujuan koperasi tersebut dapat digambarkan dalam system manajemen yang bagus dan sesuai dengan koperasi yang sedang dijalankan, supaya terlihat efesien dan efektif maka anggota saling memepercayai satu sama lain karena badan usaha yang didirikan koperasi untuk kepentingan bersama. Sekian usaha yang saya dirikan yaitu pabrik roti yang ikut dalam lembaga koperasi karena lebih memudahkan untuk mendapatkan bahan baku yang saya dapatkan, serta layanan yang ada didalam koperasi memberikan dana yang saya butuhkan untuk menambah daya produksi, simpan pinjam dan pemasaran saya lewat koperasi maupun di luar dengan cara pemasaran yang ada mampu menambah kreatifitas kita tersendiri dalam membangun usaha yang ada secara inovatif dan menarik untuk menambah daya beli dan menigkatkan daya produksi yang dipasarkan.

Minggu, 20 November 2011

Dari pabrik roti yang saya buat kemarin, saya akan menjelaskan kebutuhan apa saja yang akan saya perlukan, investasi seprti apa bahan-bahan yang saya gunakan untuk mengembangkan usaha saya, dilihat dari persaingan dan barang pengganti yang akan digunakan.

Saya setidaknya membutuhkan lima tenaga kerja yang akan membantu saya membuat roti, tiga orang yang akan membantu saya dalam pembuatan roti dan dua orang lainnya mengantar ke pelanggan baik rumah tangga maupun dijajakan di warung-warung. Bahan baku yang saya gunakan untuk investasi bahan baku yaitu, mentega, tepung terigu, gula, soda kue, dan pencipta rasa yang berbeda dari roti yang lainnya, tidak ketinggalan pula saya menginvestasikan oven sebagai kebutuhan dari membuat roti untuk pemanggang rotinya, kira-kira untuk biaya oven satu tahunnya yaitu sekitar dua puluh lima juta rupiah yang harus saya keluarkan, dana yg dikeluarkan cukup besar tapi dengan kapasitas yang memuat sepuluh loyang, bisa untuk memudahkan pekerjaan.

Dengan persaingan yang semakin ketat, kami melihat perkembangan apa saja yang dilakukan oleh para pesaing, dan pula kami menciptakan rasa yang berbeda dengan kualitas yang bagus dari hasil pembuatan roti kami, dari persaingan kami harus menciptakan tempat yang strategis untuk usaha saya. Kami memasarkan kepada rumah-rumah disekitar daerah saya, dan juga menawarkan roti kepada warung-warung yang akan kita target.

Sementara roti juga sebagai bahan subtitusi dari nasi, dimana harga nasi yang mulai naik dan juga kuaitas yang dihasilkan kurang bagus, sehingga bahan pengganti roti cocok dengan harga terjangkau dan juga mudah untuk dikonsumsi dan mudah juga untuk disajikan, dibandingkan nasi yang harus memasak tiap pagi, kalau dengan roti anda tidak perlu repot-repot untuk menyajikannya..

Roti yang saya buat kami akan memaksimalkan harga yang akan dikeluarkan, dari harga roti yang dikonsumsi sehari-hari dengan harga enam ribu rupiah sampai dengan tujuh ribu rupiah, dengan harga segitu kami rasa kualitas yang saya berikan harus mencapai kepuasan pelanggan juga supaya pelanggan bisa menikmati cita rasa roti saya.

Nama: Aditya Christianto
Kelas 2EA04
NPM: 10210188

Selasa, 20 September 2011

Di jaman sekarang banyak kegitan usaha yang bermacam-macam, mereka saling bersaingan dalam satu pasar dengan produk yang berkualitas, dalam setiap hari pasar terus bergerak tidak pernah berhenti, mereka sibuk memasarkan barang mereka untuk meraup keuntungan.

Saya tertarik untuk menuliskan bagaimana saya memulai peluang usaha tersebut dengan mencoba mendirikan pabrik kecil didekat rumah saya, cukup strategis dan lumayan terjangkau.






Pertama saya akan membuat resep yang berbeda dan rasa yang berbeda dari roti-roti yang lain supaya dengan cita rasa yang khas mungkin roti yang saya buat bisa masuk pasar dan bersaing dengan merk-merk lain, bahan baku nya yang dibutuhkan seperti tepung terigu, gula, mentega telur, soda kue, dll. Tidak ketinggalan juga mesin oven yang besar untuk memanaskan roti supaya roti mengembang dan matang dan matang, oven ini sudah ditetapkan bahwa setiap 4 tahun sekali akan mengalami penyusutan atau reparasi untuk perbaikan, dan dari para karyawan membutuhkan paling sedikit tiga orang dulu.









Di lihat dari lingkungan ekonomi, harga roti terjangkau dan murah, sedangkan banyak sekarang konsumen makan roti di pagi hari lebih praktis tidak usah lagi repot-repot memasak.

Strategi pemasaran yang saya buat pertama adalah menjajakan ke warung-warung dekat rumah, atau menawarkan pada tetangga, kalau rasanya enak, saya akan coba memasarkan pada warung-warung lainnya, dan apabila konsumen/pelanggan sudah banyak yang meminati, saya akan coba memasukan tiga orang karyawan, yang dua orang menaruh roti itu pada langganan warung, dan yang satunya lagi akan mencari konsumen yang baru dengan berkendara sepeda motor, supaya nanti terlihat menarik dan beda dari orang yang memakai sepeda untuk berjualan roti.

Roti yang menggunakan sepeda itu merupakan saingan bagi kami untuk mendapatkan konsumen, oleh karena itu kami menjaga kualitas dan rasa roti serta para pekerja untuk mengantarkan roti, dari sini kita bisa melihat bahwa kegiatan usaha dan membangu usaha tak semudah yang dibanyangkan apabila ada konsumen yang mendasar dari diri kita sendiri


Sumber gambar: google,membuat roti.

Kamis, 19 Mei 2011

Nature of Social Control

1) Preventive: that social control is carried out before the violation. Preventive prioritize prevention.
Example: A child who is about to learn in order to pass the school final exam


2) Repression: social control is done after a commit irregularities. Aiming to recover so that perform a distortion of the rules so that society must be removed or dismissed
Example: Employee was fired for corruption, so the company did so again as before bleaching again in the presence of repressive

Sumber: Sosiologi untuk SMA dan Ma XII
-Subagiyo
-Mardian Wibowo
Social Control

Social control is often called social control. According to Peter L. Berger in the book Invatitation to Sociology: A Humanistic Perspective, as quoted by Kamanto Sunarto 1993.
Selo Soemardjan states that social control is a process of planned and unplanned which aims to encourage, guide, or even compel citizens to abide by the values ​​and rules in force so that it can be no violation of social control which makes bsia be afraid.
Social control has 2 goals, namely:
-restore community members who deviate dimaskudkan people here to support with existing norms do not, ent things that deviate so that subject.
meyinpang-keeping behavior was not to develop, with these people can maintain their behavior so that the existing regulations do not berekembang something else.

Method Social Control
Social control is done by way of persuasive and coercive

1) Persuasive: How persusif is a way of social control is more emphasis on efforts to encourage or guide the members of society to behave in accordance with the rules or norms.
Example: Mothers who advised her son to live in harmony and not do the deviant and given affection.
















2) Coercive: social control is more emphasis on action or threat of use of physical violence. purpose so that people who commit violations deterrent.
Example: The thief who was beaten by the masses so that the person will feel the deterrent and punishment sanctioned



Sumber: Sosiologi untuk SMA dan Ma Kelas XII
-Subagiyo
-Mardian Wibowo

Senin, 16 Mei 2011

Characteristic of early humans found in Indonesia

Meganthropus paleojavanicus


-As a thick cheek bone
-Have strong chewing muscles
-Has no chin
-Have a well-built physique
-Ate plant species

Pithecanthropus

-Height of about 165-180
-Brain volume between 750-1350 cc
-Shape of the body and limbs well-knit
-Mastication and very strong tool
-Bulge forms a strong yellow
-Thick nose shape

Homo Sapien


-Height between 130-210 cm
-Brain volume between 1000-1200 cc
-Nape of the brain experiencing depreciation
-Face does not protrude forward
-Stand up straight and work properly

Sumber: Sejarah untuk SMA Kelas X I Wayan Badrika

Minggu, 15 Mei 2011

Types of Ancient Humans in Indonesian

Meganthropus paleojavanicus.
Meganthropus mean big man. This fossil was found in Singaran by von Koenigswald in 1941, lower jaw are much larger and stronger than Pihecanthropus erectus. Experts estimate that this fossil is the oldest creature who ever lived on the island of Java
Pithecanthropus.
Pithecanthropus means the human ape. Fossils are found in the Village Trinal Ngawi, Parning Mojokerto area, Sangiran, Kedung Brubus, Tiger Link, and Ngandong.
Eugene Dubois concluded that this fossil has a brain volume of 900 cc smaller than the human brain volume of 1000 cc and the highest ape brain volume 600 cc.

a) Pithecanthropus erectus
Pithecanthropus erectus means ape-man was able to walk upright. Brain volume was between ape and human brain volume. Eugene Dubois concluded that its findings were called Pithecanthropus erectus, which means ape-man who can walk

b) Pithecanthropus mojokertensis
Pithecantropus mojokertesis means human mojokerto ape. The fossil was discovered and investigated by von Koenigswald between the years 1936-1941, in the area Perning, Mojokerto. von Koenigswald estimate child skull fossil found in this is derived from his children Pithecanthropus.

c) Pithecanthropus soloensis
Pithecanthropus soloensis means ape-man of the solo. This fossil was found in the area Ngandong, Solo River valley between the years 1931-1934. This fossil was examined by von Koenigswald and Weidenreich

Homo sapiens
Homo sapiens is the kind of early humans who have had the same body shape with humans now. They can use reason and have properties like those of humans today. Their lives were very simple nd his life wandering. These are the ancestors of the peoples of the world.
Based on the research of experts on ancient human fossil discovery was, clearly visible progress toward a more perfect, as it is now. However, if a creature called Pithecanthropus it proceeds through evolution, to be realized as human beings today? or whether between man and Pithecanthropus did not have a relationship and come from different species? It was also not answered by experts. The experts did not find the connecting link between Pithecanthropus with current human

sumber: Sejarah untuk SMA Kelas X,I Wayan Badrika

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget

Pages

Total Tayangan Halaman

Gunadarma University

Gunadarma University
Home Site Gunadarma

Blogger news

Rraka-Melupakanmu

ADITYA CHRISTIANTO

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Posts